Santri Indigo adalah Komunitas Santri Berbudaya Teknologi yang merupakan kerjasama program CSR PT Telkom Indonesia Tbk dengan HU Republika.
Twitter Facebook Feedburner Google +1 youtube
www.santri-indigo.com
Selamat Datang di Portal Santri Indigo Cilacap
Home » , » Jalan Amblas di Cimanggu, 3 Desa Terisolasi

Jalan Amblas di Cimanggu, 3 Desa Terisolasi

Penulis : Muhammad Rifa'i Aziz | Selasa, 15 April 2014

Santri-Indigo.Com - Ruas jalan Rejodadi, Karangsari di Kecamatan Cimanggu, Senin (14/4) petang kemarin putus akibat talud tergerus air sungai yang ada bawah bahu jalan. Jalan ini putus sepanjang 20 meter, tepatnya di Dusun Garunggang, Desa Negarajati. Peristiwa ini mengakibatkan arus lalu lintas dari dan menuju Pasar Cilumuh di Desa Rejodadi terputus.

Menurut penuturan warga sekitar, peristiwa ini terjadi beberapa jam sebelum turun hujan. Jalan sejak siang hari sudah mulai menunjukkan tanda-tanda ambles. Menjelang petang, jalan makin ke bawah dan kemudian putus ke dasar tebing.

“Sekitar jam 17.00 jalan sudah ambles dan putus. Ya seperti ini,” ujar Giarto, warga Dusun Garunggang Desa Negajati, Selasa (15/4) kemarin.

Akibat jalan terputus, lalu lintas warga Desa Negarajati, Cisalak, Karangsari dan Kutabima terputus total. Untuk sementara, jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua atau pejalan kaki. Hingga kendaraan roda empat harus berputar melalui jalan Negarajati-Pesahangan atau Negarajati-Cisalak dan berakhir di Desa Panimbang atau Bantarpanjang.

Pagi kemarin, banyak angkutan barang tertahan di sisi utara Desa Negarajati. Kendaraan ini sebagian besar membawa hasil bumi dan penumpang yang hendak menuju pusat Kecamatan Cimanggu atau Majenang.

“Pagi tadi (kemarin, red) angkutan ngumpul di dekat pertigaan (menuju Desa Pesahangan, red),” ujar Warsini.

Kepala UPT Dinas Bina Marga ESDM dan SDA Majenang, Darwoko menjelaskan, pihaknya langsung melakukan langkah darurat dengan memasang pancang bambu untuk memperkuat pondasi jalan. Sementara bagian tepi dipasang karung plastik yang telah diisi tanah. Tujuannya sebagai penganti dan memperkuat bahu jalan agar tidak longsor.

“Setelah itu, bagian tengah akan kita tutup dengan tanah dan diatasnya pakai pasir batu,” kata Darwoko.

Langkah darurat ini melibatkan petugas UPT Bina Marga ESDM dan SDA Majenang, jajaran Muspika Cimanggu dan warga sekitar. Warga dikerahkan untuk menggali tanah dan memasang pancang bambu.

Darwoko berharap, jalan bisa secepatnya dibuka kembali dan bisa dilewati kendaraan roda empat. “Mudah-mudahan sore ini (kemarin, red) sudah bisa dilewati,” katanya. (Radar Banyumas)



Share this article with your friends

Posting Komentar

Jangan berkunjung tanpa meninggalkan jejak.
- No Spam - No Phising - No Live Link
Salam Blogger Indonesia, Silakan Tinggalkan Pesan Agan disini... !!!

Tukar Link



Copy Paste - Copyright by SIC
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
<a href="http://www.santri-indigo.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img src="http://2.bp.blogspot.com/--N-4ALq7hlQ/UzmVq36j58I/AAAAAAAABVI/p-zTAcA9xsI/s150/SI.png" /></a></div>

Bagi yang sudah pasang silahkan tinggalkan komentar