Santri Indigo adalah Komunitas Santri Berbudaya Teknologi yang merupakan kerjasama program CSR PT Telkom Indonesia Tbk dengan HU Republika.
Twitter Facebook Feedburner Google +1 youtube
www.santri-indigo.com
Selamat Datang di Portal Santri Indigo Cilacap
Home » , » Allah Menguji dengan Kebaikan dan Keburukan

Allah Menguji dengan Kebaikan dan Keburukan

Penulis : Muhammad Rifa'i Aziz | Kamis, 17 April 2014

Santri-Indigo.Com - Orang - orang mukmin diuji dalam kehidupan dunia dengan berbagai macam ujian. Allah mengabarkan kepada kita bahwa ujian - ujian yang diberikan berkisar antara standart kebaikan dan keburukan melalui firman-Nya, "Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi manusia sebelum engkau (Muhammad); maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal? Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami" (Al-anbiya : 34-35)

Manusia pasti diuji dengan berbagai bentuk cobaan. Sebagai contoh, kala manusia menikmati berbagai macam kekayaan, kekayaan tersebut harus digunakan sesuai tuntunan agama, agar ia meraih ridho Rabb dengan mengikhlaskan segala amalan dan niat untuk Allah semata, tunduk pada semua perintah-Nya, dan mengikuti ajaran-Nya.

Jika menusia tergoda oleh kenikmatan - kenikmatan kehidupan dunia fana, dan terjerembab serta tenggelam dalam kebodohan, maka dunia akan melalaikan mereka dari inti hakiki penciptaan mereka. Namun, sebanyak apa pun nikmat yang diterima orang - orang mukmin, mereka akan tetap memuji dan bersyukur kepada Allah selama nyawa masih dikandung badan.

Kadang manusia juga diuji dengan berbagai penyakit, musibah dan tekanan yang dilakukan orang - orang kafir, diuji dengan tutur kata yang tidak baik serta ejekan. Namun, orang - orang Muslim tahu bahwa semua itu adalah bagian dari ujian.

Untuk itu, mereka berpedoman pada sifat sabar sehingga tidak ada keburukan yang menimpa, dan mereka pun meraih keberuntungan. Mereka yang beriman itu bertransaksi jual beli dengan Sang Pencipta. Mereka tukarkan kehidupan dunia dengan akhirat yang kekal. Al-Qur'an menuturkan, "Tetapi Rasul dan orang - orang yang beriman bersama dia, (mereka) berjihad dengan harta dan jiwa. Mereka itu memperoleh kebaikan. Mereka itulah orang - orang yang beruntung. Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Itulah kemenangan yang agung." (At-Taubah : 88-89)

Ayat - ayat tersebut menjelaskan, kehidupan di dunia dimata orang - orang mukmin merupakan medan jihad di jalan Allah. Mereka akan senantiasa mencurahkan segenap kemampuan sebelum meraih ridha Allah.

Badiuzzaman menuturkan bahwa dunia adalah negeri tempat bersusah payah dan ketaatan yang harus dilalui manusia, dunia penuh dengan hal - hal yang tidak disukai sekaligus banyak sekali syahwat disana. Balasan mereka yang rela menanggung beban berat dan menghadapi semua musibah dengan kesabaran adalah balasan besar.

Perhatikan penuturan Badiuzzaman berikut, "Dunia ini tidak lain adalah medan ujian dan cobaan. Dunia adalah negeri tempat beramal dan beribadah, bukan tempat untuk bersenang - senang dan bernikmat ria. Ia juga bukan tempat untuk mendapatkan pahala dan balasan. Mengingat dunia merupakan negeri tempat beramal dan beribadah, maka berbagai penyakit dan musibah -- selain musibah di dalam agama dan dengan syarat dihadapi dengan sabar -- maka musibah memang sesuai dengan amal yang dikerjakan.

Musibah bahkan selaras dengan ibadah yang dilakukan, karena sabar bisa memperkuat seseorang untuk beramal dan memikul beban berat ibadah. Seseorang tidak patut mengeluhbeban berat beramal ataupun ibadah. Ia justru harus bersyukur kepada Allah atas semua itu, karena penyakit dan musibah  yang menimpa membuatnya meraih pahala dan ia dinilai beribadah setiap saat ketika melalui berbagai ujian itu.

Kata - kata diatas penting untuk kita renungkan. Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, manusia diwajibkan untuk taat kepada Allah, berserah diri pada Putusannya, dan senantiasa menjalin hubungan kuat dengan Sang Pencipta meski kondisi dan situasi berubah seperti apa pun. Mungkin bersabar menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan yang banyak terjadi dalam kehidupan dunia ini adalah salah satu faktor yang mempererat ikatan ini dengan Allah. Hal - hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi diluar perhitungan dan berakhir atau terus berlalu seperti yang Allah kehendaki.

Sebagai contoh, bisa saja orang kaya jatuh miskin, bisa jadi orang sukses tiba - tiba menemui kegagalan tak terduga, seseorang kehilangan orang yang dicintai, atau sakit menahun tanpa kunjung sembuh. Tanpa memperhatikan bentuk ujian tersebut, Allah ternyata telah menjanjikan kenikmatan abadi tanpa akhir bagi mereka yang memiliki hubungan baik dengan-Nya dan senantiasa menjalankan ketaatan kepada-Nya.

Allah berfirman, "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pati kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati orang - orang yang diberi kitab sebelum kamu dan orang - orang yang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan." (Ali - 'Imran : 185-186)


Share this article with your friends

Posting Komentar

Jangan berkunjung tanpa meninggalkan jejak.
- No Spam - No Phising - No Live Link
Salam Blogger Indonesia, Silakan Tinggalkan Pesan Agan disini... !!!

Tukar Link



Copy Paste - Copyright by SIC
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
<a href="http://www.santri-indigo.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img src="http://2.bp.blogspot.com/--N-4ALq7hlQ/UzmVq36j58I/AAAAAAAABVI/p-zTAcA9xsI/s150/SI.png" /></a></div>

Bagi yang sudah pasang silahkan tinggalkan komentar