Santri Indigo adalah Komunitas Santri Berbudaya Teknologi yang merupakan kerjasama program CSR PT Telkom Indonesia Tbk dengan HU Republika.
Twitter Facebook Feedburner Google +1 youtube
www.santri-indigo.com
Selamat Datang di Portal Santri Indigo Cilacap
Home » » Sang Pencari: Sebuah Film Karya Anak MAN Tambakberas

Sang Pencari: Sebuah Film Karya Anak MAN Tambakberas

Penulis : Faiz EL Hifzhan | Minggu, 16 Desember 2012


Adalah tokoh Aji, remaja yatim yang terbawa arus kenakalan remaja. Berani kepada orangtua, judi, minum-minuman keras, dan tawuran adalah kesehariannya. Suatu hari Aji bertengkar dengan ayahnya hingga Aji diusir dari rumah. Lantas Aji pergi dari rumah tanpa tujuan. Suatu malam Aji capek dan ngantuk, akhirnya dia tidur di serambi masjid di sebuah pondok pesantren. Pagi hari Aji dibawa ke rumah Pak Kyai karena dianggap oleh salah satu pengurus di pesantren itu dia tidak masuk sekolah atau bolos. Dari kesalahpahaman itu pertemuan Pak Kyai dengan Aji merubah nasib Aji. Akhirnya, Aji diangkat sebagai santri oleh Pak Kyai dan disekolahkan. Namun, perjalanan pencarian cahaya tak semudah membalikkan telapak tangan, banyak halangan dan rintangan yang harus dihadapi oleh Aji.

Narasi di atas adalah sekilas tentang cerita dari film Sang Pencari. Sebuah film yang menggambarkan keadaan remaja saat ini diperankan oleh para siswa MAN Tambakberas Jombang yang tergabung dalam Teater Merak. Selain itu, film perdana ini adalah karya Faishol Hidayatulloh, S.Pd, (alumni MAN Tambakberas) dengan kameramen Ahmad Hanief Syaifuddin (alumni MAN Tambakberas). Film yang penggarapannya mulai Februari sampai awal April 2012 ini ditayangkan perdana di Aula MAN Tambakberas selama 5 hari (6 s.d. 10 April).

Berikut ini komentar tentang film Sang Pencari.
Abdul Kholiq (XII Agama 1)
Komentar saya tentang film “Sang Pencari” tersebut adalah baik. Karena dengan adanya film tersebut menggambarkan perjuangan sorang santri dan lika-liku seseorang yang sedang menjalani kehidupan di pondok maupun di sekolah.

Sudrajad Y.P. (XI Bahasa 1)
Film “Sang Pencari” yang saya lihat itu sudah bagus. Hanya saja ceritanya terlalu cepat dan kurang dramatis. Selain itu, jalan ceritanya supaya dibuat lebih menantang lagi dan dinamis sehingga lebih menarik. Dan juga harapan saya dengan terwujudnya produksi film perdana ini bisa memberikan motivasi bagi para santri.

Zulia Hanin N. (XII IPA 5)
Kalau menurut saya, film “Sang Pencari” ini dari segi kisah sudah sangat menarik. Bahkan durasi 1 jam 15 menit membuat saya dan penonton ingin menonton lagi dan merasa kurang. Pokonya prefeck dech. Dan, dengan adanya film perdana ini semoga kreativitas siswa MAN Tambakberas lebih terapresiasi dan lebih muncul lagi.

Jazilatus Silviyah (XI Bahasa 2)
Film “Sang Pencari” sudah cukup baik bagi saya. Akan tetapi, masih ada kekurangan yang harus dibenahi. Misalnya, konflik cerita kurang dan kebandelan atau kenakalan pemeran utama (Aji) masih kurang. Untuk kedepannya, harapan saya semoga dengan adanya produksi film perdana ini siswa atau siswi MAN Taras yang mempunyai bakat akting bisa tersalurkan. Selain itu, dengan adanya film ini teater Merak bisa lebih maju lagi. Pokoknya siipp banget dech.

Fitrotin Uswatun Chasanah (XI Bahasa 3)
Menurut saya film “Sang Pencari” ini sudah bagus, meskipun ceritanya terlalu singkat. Selain itu, dengan terwujudnya film perdana ini bisa menjadikan motivasi bagi para siswa-siswi untuk bisa mencintai dunia perfilman. Dan juga semoga bisa memberikan inspirasi para siswa-siswi untuk terus berkarya.

Ibu Hj. Nidaus Sa’adah (Waka Bidang Humasy, Guru Sejarah)
Untuk seorang pemula, film “Sang Pencari” ini luar biasa. Aktingnya natural. Ada nilai-nilai  kebaikan yang di-share dalam bentuk kebesaran hati antarsesama. Pokoknya film perdana karya anak-anak MAN Taras ini sungguh luar biasa. Harapan ke depannya, LANJUT. . .


Ibu Rialita Fithra Asmara (Guru Bahasa dan Sastra Indonesia)
Film “Sang Pencari” ini secara umum sudah bagus. Sangat menginspirasi penonton untuk lebih menghormati orang tua. Namun di balik itu, masih ada jeda waktu tanpa ada adegan yang kurang bermakna. Juga proses perubahan tokoh Aji terlalu cepat. Namun, sekali lagi secara umum sudah bagus. Berlanjut ke film-film berikutnya dengan kualitas yang semakin meningkat.

Pak Arfin S. (Guru Bahasa dan Sastra Indonesia)
Meskipun perdana film “Sang Pencari” ini, bagi saya pribadi sudah bagus. Empat jempol dech. Namun, jangan merasa puas dulu dan kalau bisa jangan berhenti sampai di sini. Selain itu, kualitas suara dan vokalnya lebih ditingkatkan lagi, dan tak kalah pentingnya juga yakni aktingnya. Juga lebih dimaksimalkan lagi. Pokoknya bravo dech buat tim teater Merak. Terus semangat, berkarya, berkarya, dan berkarya. Tentunya dengan ide-ide cerita yang lebih menarik lagi.


Share this article with your friends

Posting Komentar

Jangan berkunjung tanpa meninggalkan jejak.
- No Spam - No Phising - No Live Link
Salam Blogger Indonesia, Silakan Tinggalkan Pesan Agan disini... !!!

Tukar Link



Copy Paste - Copyright by SIC
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;">
<a href="http://www.santri-indigo.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img src="http://2.bp.blogspot.com/--N-4ALq7hlQ/UzmVq36j58I/AAAAAAAABVI/p-zTAcA9xsI/s150/SI.png" /></a></div>

Bagi yang sudah pasang silahkan tinggalkan komentar